SEG ITERA SC Adakan Seminar Nasional Kaji Sumber Energi Geothermal

SEG ITERA SC Adakan Seminar Nasional Kaji Sumber Energi Geothermal

  • Post author:
  • Post category:Uncategorized
  • Post comments:0 Comments

ITERA NEWS. Kini beberapa energi terbarukan mulai dirambah untuk dipergunakan, salah satu sumber energi terbarukan yang mulai dipergunakan untuk daya penyuplai listrik dunia adalah energi panas bumi atau geothermal. Energi panas bumi merupakan sumber energi yang relatif ramah lingkungan.

Hal tersebut menjadi intisari dari kegiatan Seminar Nasional Ekplorasi Geothermal yang diadakan oleh Society of Exploration Geophysics  Institut Teknologi Sumatera Student Chapter (SEG ITERA SC), di Aula Gedung C kampus ITERA, Kamis (26/09/2019).

Seminar nasional yang mengusung tema  “Geothermal : Energy Source For a Better Future” tersebut menghadirkan tiga pemateri yakni Kepala Subdirektorat Keteknikan dan Lingkungan Panas Bumi, Kementrian ESDM Roni Chandra Harahap, S.T.,M.Ak., Head of Geophysics Workgroup in Geothermal (Pusat Sumber Daya Mineral Batubara Panas Bumi) Ahmad Reza Zarkasyi,S.Si.,M.T., dan Geophysicist Star Energy Geothermal Rifqa Agung Wicaksono,M.Sc. kegiatan tersebut juga dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Teknik Geofisika ITERA.

Faculty Advisor SEG ITERA SC Cahli Suhendi, S.Si.,M.T., menyampaikan kegiatan perdana yang diadakan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dengan instansi terkait. Selain itu diharapkan juga ilmu yang telah didapatkan mahasiswa dapat bermanfaat dan dapat diterapkan di dunia kerja.
Sementara, Kepala Subdirektorat Keteknikan dan Lingkungan Panas Bumi, Kementrian ESDM Roni Chandra Harahap, S.T.,M.Ak., menyampaikan bahwa pengembangan energi panas bumi Indonesia mempunyai beberapa risiko yang berbeda-beda di setiap tahapan.
“Semakin tinggi tahapan pengembangan maka risiko akan semakin kecil sehingga peluang karir di bidang panas bumi akan semakin besar seiring dengan tahapan yang dilaluinya,” ujar Roni.
Ia juga menyebutkan beberapa peluang karir di bidang panas bumi contohnya Geothermal Scientist, Resevoir Management, Fieldwork and Operations, Policy Maker.  Roni menegaskan bahwa Pengembangan panas bumi di provinsi Lampung telah mencapai 110 MW pada tahun 2012, 55 MW pada tahun 2016 dan 2017.
Sementara menurut Geophysicist Star Energy Geothermal Rifqa Agung Wicaksono,M.Sc. banyak metode geofisika dapat diterapkan dalam eksplorasi dan pengembangan panas bumi. Kemudian dari metode tersebut diharapkan mampu mendapatkan target seperti Size dan Permeablity sehingga dapat mencitrakan keadaan bawahpermukaan. [Humas]

Leave a Reply